Backpacking

7 Keunikan yang Perlu Kamu Ketahui tentang Boston

Ini adalah awal sebuah kisah ketika saya terpaksa (tanda kutip) menghabiskan waktu selama dua tahun di sebuah kota kecil di pantai timur Amerika, bernama Boston.

Kota yang juga dijuluki Beantown ini terletak di salah satu negara bagian Amerika Serikat bernama Massachusetts (yang nulisnya-pun saya masih sering salah). Sebelum saya sambangi, informasi tentang kota ini saya dapat seadanya dari hasil googling di internet dan dari mengingat pelajaran sejarah dulu.

Continue reading

Advertisements
Standard
Backpacking, Foto

Merapi – Jogja, Destinasi Sebelum Pergi (I)

2012-09-29-063

Jadi awal ceritanya adalah saya ada waktu selama satu bulan sebelum pergi meninggalkan ibu pertiwi. Ada beberapa tujuan dan aktivitas yang saya niatkan untuk datangi/lakukan sebelum berpisah dengan tanah air. Perlu dilakukan karena takut nanti kangen keterlaluan dan resah berkepanjangan di negeri orang, bila tidak kelakon. Continue reading

Standard
Hidup & Kehidupan, Uncategorized

Sekolah Lagi (2)

Singkat cerita setelah kebetulan mendapatkan beasiswa ini, tugas selanjutnya adalah mencari universitas. Berbeda dengan beasiswa yang lain yang biasanya “G to G” (seperti Fulbright, Stuned, ADS, atau Monbukagakusho) beasiswa saya asalnya bukan dari negara donor tapi dari sebuah organisasi internasional, sehingga skemanya agak berbeda, memiliki kelebihan dan juga  kekurangan. Continue reading

Standard
Hidup & Kehidupan, Uncategorized

Sekolah Lagi (1)

Ini mungkin bukan murni an-sich cerita tentang perjalanan, sebagaimana cerita-cerita dalam blog ini, tapi bolehlah sekali-kali saya bercerita hal lainnya.

Cerita dimulai beberapa tahun yang lalu, ketika sedang mengobrol dengan Bapak malam-malam di ruang keluarga rumah Purwokerto. Waktu itu saya sedang pusing-pusingnya menyelesaikan skripsi. Continue reading

Standard
Hidup & Kehidupan

Mudik, Perjalanan Kembali

“Homeland” by Hifatlobrain

Muhammad Sobary dalam sebuah tulisannya mengibaratkan mudik sebagai sejenis perjalanan ke tanah “suci”.  Dimana di tanah suci itu kita berusaha menyambung kembali akar-akar yang selama ini terputus. Dan bertautnya kembali akar-akar yang terputus itu membawa suasana baru yang menciptakan rasa damai, ketenangan dan harmoni.

Mudik itu sendiri pada dasarnya adalah sebuah perjalanan, perjalanan pulang kembali ke tanah tempat kita berasal. Pulang untuk mengadukan nasib kepada ibu dan mendapat penghiburan, meminta restunya yang bisa membasuh luka-luka jiwa selama di rantau, atau mencari api semangat untuk menyalakan kembali daya hidup dan energi budaya yang baru.

Bagi saya, tidak ada perjalanan yang lebih kolosal dan berkesan daripada perjalanan macam ini. Sebuah perjalanan yang dilakukan bersama dengan pejalan-pejalan yang lain menuju satu titik yang sama, titik awal yang menyatukan, sebelum semua berpencar.

Selamat mudik kawan, berhati-hati semoga selamat sampai tujuan.

Jakarta, akhir Ramadan 1432 H.

*terinspirasi kembali dari tulisan muhammad sobary – “kembali ke tanah suci”
Standard
Foto, Hidup & Kehidupan

Wisata Religi Masjid di Jakarta

Sejak saya lulus kuliah dan memutuskan merantau ke Jakarta, saya mempunyai kebiasaan  berkeliling dari masjid ke masjid di bulan Ramadan untuk berbuka puasa bersama dan/atau shalat taraweh. Niat awalnya karena ingin menikmati tajil dan menu buka puasa gratisan yang disediakan ta’mir masjid, maklum anak kosan. Continue reading

Standard